18 Aturan Sepak Bola Anak

1. Yang gendut selalu jadi kiper

2. Pemilik bola punya hak memutuskan siapa yang akan bermain


3. Penalty hanya diberikan kalau ada pemain yang cidera serius


4. Pertandingan dihentikan kalau semua pemain udah pada lelah
 

5. Jika semua pemain udah pada lelah namun skor masih imbang, maka berlaku aturan ''gol selanjutnya adalah gol kemenangan''

6. Tanpa wasit


7. Jika tidak ada bola, botol plastik pun jadi


8. Jika dimasukkan terakhir, jangan harap bermain sampai puas


9. Jika bola masuk ke kolong mobil, mengambil bola adalah tugas anak yang paling kecil


10. Jika pemilik bola pulang, maka pertandingan berakhir
 

11. Jika tidak ada gawang, maka batu dan sendal bisa dijadikan gawang

12. Jika tendangan pemain lebih tinggi dari jangkauan kiper, maka tidak gol


13. Tanpa rasis, tanpa kartu, tanpa jersey


14. Tidak ada batasan waktu


15. Semua pemain ingin jadi kiper ketika terjadi penalty


16. Kalo kebobolan, maka kesalahan total dilimpahkan pada bek dan kiper


17. Tim dibagi dengan cara suit


18.  Jangan musuhan sama pemilik bola jika ingin ikut bermain




Faktor Penyebab dan Mekanisme Penanganan Pasien Urtikaria

Primus Etgal Putra (102011103)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510
No. Telp (021) 5694-2061
Korespondensi: dr.etgal@gmail.com (085239394789)

I. PENDAHULUAN
Urtikaria merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai. Dapat terjadi secara akut maupun kronik, keadaan ini merupakan masalah untuk penderita maupun dokter. Walaupun patogenesis dan penyebab yang dicurigai telah ditemukan, ternyata pengobatan yang diberikan kadang tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.

II. PEMBAHASAN
Urtikaria atau lebih dikenal dengan biduran adalah suatu gejala penyakit berupa gatal-gatal pada kulit disertai bercak-bercak menonjol (edema ) yang biasanya disebabkan oleh alergi.
Urtikaria merupakan gejala klinis untuk suatu kelompok kelainan yang di tandai dengan adanya pembentukan bilur – bilur pembengkakan kulit yang dapat hilang tanpa meninggalkan bekas yang terlihat.
Urtikaria yaitu keadaan yang ditandai dengan timbulnya urtika atau edema setempat yang menyebabkan penimbulan diatas permukaan kulit yang disertai rasa sangat gatal.

2.1 Epidemiologi
Urtikaria dan angioedema sering dijumpai pada semua umur, orang dewasa lebih banyak mengalami urtikaria dibandingkan dengan usia muda. SHELDON (1951), menyatakan bahwa umur rata-rata penderita urtikaria ialah 35 tahun, jarang dijumpai pada umur kurang dari 10 tahun atau lebih dari 60 tahun.
Ditemukan 40% bentuk urtikaria saja, 49% bentuk urtikaria bersama angioedema, dan 11% bentuk angioedema saja. Lama serangan berlangung bervariasi, ada yang lebih dari satu tahun, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun.
Penderita atopi (alergi) lebih muda mengalami urtikaria dibandingkan dengan orang normal. Tidak ada perbedaan frekuensi dari faktor jenis kelamin baik laki-laki atau perempuan. Umur, ras, jabatan/pekerjaan, letak geografis, dan perubahan musim dapat mempengaruhi hipersensitivitas yang diperankan oleh IgE. Penisilin tercatat sebagai obat yang sering menimbulkan urtikaria.

2.2 Etiologi
Berdasarkan kasus-kasus yang ada, paling banyak urtikaria di sebabkan oleh alergi, baik alergi makanan, obat-obatan, dll.
Jenis makan yang dapat menyebabkan alergi misalnya: telur, ikan, kerang, coklat, jenis kacang tertentu, tomat, tepung, terigu, daging, sapi, udang, dll
Jenis obat-obatan yang menimbulkan alergi biasanya penisilin, aspirin, bromide, seru, vaksin, dan opium.
Bahan-bahan protein yang masuk melalui hidung seperti serbuk kembang, jamur, debu dari bulu burung, debu rumah dan ketombe binatang.
Pengaruh cuaca yang terlalu dingin atau panas, sinar matahari, tekanan atau air. Dan dapat juga disebabkan oleh Faktor psikologis pasien misalnya: Krisis emosi.

2.3 Patogenesis
Mekanisme terjadinya urtikaria sangat penting untuk diketahui, karena hal ini akan dapat membantu pemeriksaan yang rasional. Urtikaria terjadi karena vasodilatasi disertai permeabilitas kapiler yang meningkat, sehingga terjadi transudasi cairan yang mengakibatkan pengumpulan cairan setempat. Sehingga secara klinis tampak edema setempat disertai kemerahan.
Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler dapat terjadi akibat pelepasan mediator-mediator, misalnya histamin, kinin, serotonin, slow reacting substance of anaphylaxis (SRSA), dan prostaglandin leh sel mast dan atau basofil. Selain itu terjadi inhibisiproteinase oleh enzim proeolotik, misalnya kalikrin, tripsin, plasmin, dan hemotripsin di dalam sel mast.
Baik faktor imunologik, maupun nonimunologik mampu merangsang sel mast atau basofil untuk melepaskan mediator tersebut. Pada yang nonimunologik mungkin sekali siklik AMP (adenosin mono phosphate) memegang peranan penting pada pelepasan mediator. Beberapa bahan kimia seperti golongan amin dan derivat amidin, obat-obatan seperti morfin, kodein, polimiksin, dan beberapa antibiotik berperan pada keadaan ini. Bahan kolinergik, misalnya asetilkolin, dilepaskan oleh saraf kolinergik kulit yang mekanismenya belum diketahui, langsung dapat mempengaruhi sel mast untuk melepaskan mediator.
Faktor fisik, misalnya panas, dingin, trauma tumpul, sinar X, dan pemijatan, dapat langsung merangsang sel mast. Beberapa keadaan , misalnya demam, panas, emosi, dan alkohol dapat merangsang langsung pada pembuluh darah kapiler sehingga terjadi vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas.
Faktor imunologik lebih berperan pada urtikaria yang akut daripada yang kronik; biasanya IgE terikat pada permukaan sel mast dan atau sel basofil karena adanya reseptor Fc, bila ada antigen yang sesuai berikatan dengan IgE, maka terjadi degranulasi sel, sehingga mampu melepaskan mediator.
Keadaan ini jelas tampak pada reaksi tipe I (anafilaksis), misalnya alergi obat dan makanan. Komplemen juga ikut berperan, aktivasi komplemen secara klasik maupun secara alternatif menyebabkan pelepasan anafilatoksin (C3aC5a) yang mampu merangsang sel mast dan baofil, misalnya tampak akibat venom atau toksin bakteri.
Ikatan dengan komplemen juga terjadi pada urtikaria akibat reaksi sitotoksik dan kompleks imun, pada keadaan ini juga dilepaskan zat anafilatoksin. Urtikaria akibat kontak dapat juga terjadi misalnya setelah pemakaian bahan penangkis serangga, bahan kosmetik, dan sefalosporin. Kekurangan C1 esterase inhibitor secara genetik menyebabkan edema angioneurotik yang herediter.

2.4 Klasifikasi Urtikaria
Berdasarkan Jenisnya, Urtikaria dibagi kedalam emapt bagian besar, antara lain:
  1. Urtikaria Akut
Urtikaria akut hanya berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Yang
sering terjadi penyebabnya antaralain adanya kontak dengan tumbuhan ( misalnya jelatang ), bulu binatang/makanan. Akibat pencernaan makanan, terutama kacang-kacangan,kerangan-kerangan. Akibat memakan obat misalnya aspirin dan penisilin.
  1. Urtikaria Kronis
Biasanya berlangsung beberapa minggu,beberapa bulan, atau beberapa tahun. Pada bentuk urtikaria ini jarang didapatkan adanya factor penyebab tunggal.
  1. Ukrtikaria Pigmentosa
Yaitu suatu erupsi pada kulit berupa hiperpigmentasi yang berlangsung sementara, kadang-kadang disertai pembengkakan dan rasa gatal.
  1. Urtikaria Sistemik
Adalah suatu bentuk prurigo yang sering kali terjadi pada bayi kelainan khas berupa urtikaria popular yaitu urtikaria yang berbentuk popular-popular yang berwarna kemerahan.
Berdasarkan penyebabnya, urtikaria dapat dibagi menjadi 6 bagian besar yaitu:
  1. Heat rash yaitu urtikaria yang disebabkan panas.
  2. Urtikaria idiopatik yaitu urtikaria yang belum jelas penyebabnya atau sulit di deteksi.
  3. Cold urtikaria adalah urtikaria yang disebabkan oleh ransangan dingin.
  4. Pressure urtikaria yaitu urtikaria yang di sebabkan oleh alergi.
  5. Aquagenic urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan sengatan sinar matahari.
  6. Cholirgening urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan panas, latihan berat dan stress.

2.5 Gejala Klinis Urtikaria
Keluhan subyektif biasanya gatal, rasa terbakar, atau tertusuk. Klinis tampak eritema dan edema setempat berbatas tegas, kadang-kadang bagian tengah tampak lebih pucat. Bentuknya dapat papular seperti pada urtikaria akibat sengatan serangga, besarnya dapat lentikular, numular, sampai plakat.
Bila mengenai jaringan yang lebih dalam sampai dermis dan jaringan submukosa dan subkutan, juga beberapa alat dalam misalnya saluran serna dan nafas, disebut angioedema. Pada keadaan ini jaringan yang lebih sering terkena adalah muka, disertai sesak nafas, serak, dan rinitis.
Dermografisme berupa edema dan eritema yang linier di kulit yang terkena goresan benda tumpul, timbul dalam waktu lebih kurang 30 menit. Pada urtikaria akibat tekanan, urtikaria timbul pada tempat yang tertekan, misalnya di sekitar pinggang, pada penderita ini dermografisme jelas terlihat.
Urtikaria akibat penyinaran biasanya pada gelombang 285-320nm dan 400-500nm, timbul setelah 18-72 jam penyinaran, dan klinis berbentuk urtikaria papular. Hal ini harus dibuktikan dengan tes foto tempel. Sejumlah 7-17% urtikaria kronik disebabkan faktor fisik, antara lain akibat dingin, panas, tekanan, dan penyinaran. Umumnya pada dewasa muda, terjadi pada episode singkat dan biasanya umum kortikosteroid sistemik kurang bermanfaat.
Urtikaria kolinergik dapat timbul pada peningkatan suhu tubuh, emosi, makanan yang merangsang, dan pekerjaan berat. Biasanya sangat gatal, urtika bervariasi dari beberapa mm sampai numular dan konfluen membentuk plakat. Serangan berat sering disertai gangguan sistemik seperti nyeri perut, diare, munta-muntah, dan nyeri kepala; dijumpai pada umur 15-25 tahun. Urtikaria akibat obat atau makanan umumnya timbul secara akut dan generalisata.

2.6 Diagnosis Urtikaria
Dengan anamnesis yang teliti dan pemeriksaan kinis yang cermat serta pembantu diagnosis diatas, maka dapat ditegakan diagnosis urtikaria dan penyebabnya. Walaupun demikian hendaknya dipikirkan juga beberapa penyakit sistemik lainnya yang mempunyai gejala dan  yang sama dan sering menyertai penderita urikatria.
Walaupun melalui anamnesis yang teliti dan pemeriksaan klinis mudah ditegakkan diagnosis urtikaria, beberapa pemeriksaan diperlukan untuk membuktikan penyebabnya, misalnya :
1. Pemeriksaan darah, urin, dan feses rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada alat dalam. Cryoglobulin dan cold hemolysin perlu diperiksa pada dugaan urtikaria dingin.
2. Pemeriksaan gigi, telinga-hidung-tenggorok, serta usapan vagina perlu untuk menyingkirkan dugaan adanya infeksi fokal.
3. Pemeriksaan kadar IgE, eosinofil, dan komplemen.
4. Tes kulit, meskipun terbatas kegunaannya dapat dipergunakan untuk membantu diagnosis. Uji gores (scratch test) dan uji tusuk (prick test), serta tes intradermal dapat dipergunakan untuk mencari alergen inhalan, makanan, dermatofit dan kandida.
5. Tes eliminasi makanan dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu, lalu mencobanya kembali satu demi satu.
6. Pemeriksaan histopatologik, walaupun tidak selalu diperlukan, dapat membantu diagnosis. Biasanya terdapat kelainan berupa pelebaran kapiler di papilla dermis, geligi epidermis mendatar, dan serat kolagen membengkak. Pada tingkat permulaan tidak tampak infiltrasi seluler dan pada tingkat lanjut terdapat infiltrasi leukosit, terutama disekitar pembuluh darah.
7. Pada urtikaria fisik akibat sinar dapat dilakukan tes foto tempel.
8. Suntikan mecholyl intradermal dapat digunakan pada diagnosis urtikaria kolinergik.
9. Tes dengan es (ice cube test)
10. Tes dengan air hangat.

2.7 Penatalaksanaan Urikatria
Pengobatan yang paling ideal tentu saja mengobati penyebab atau bila mungkin menghindari penyebab yang dicurigai. Bila tidak mungkin paling tidak mencoba mengurangi penyebab tersebut, minimal tidak menggunakan dan tidak berkontak dengan penyebabnya.
Pengobatan dengan antihistamin pada urtikaria sangat bermanfaat. Cara kerja antihistamin telah diketahui dengan jelas, yaitu menghambat histamin pada reseptor-reseptornya. Berdasarkan reseptor yang dihambat, antihistamin dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu antagonis reseptor H1 (antiistamin 1, AH1) dan reseptor H2 (AH2).
Secara klinis dasar pengobatan pada urtikaria dan angioedema dipercayakan pada efek antagonis terhadap histamin pada reseptor H1, namun efektifitas tersebut acapkali berkaitan dengan efek samping farmakologik, yaitu sedasi. Dalam perkembangannya terdapat antihistamin yang baru yang berkhasiat yang berkhasiat terhadap reseptor H1 tetapi nonsedasi, golongan ini disebut sebagai antihistamin nonklasik. Antihistamin yang klasik dibagi atas enam kelompok seperti berikut:
Kelas – Nama Generik
Nama Pabrik
Etanolamin / Difenhidramin
Benadryl
Etilendiamin / Tripelanamin
Pyribenzamine
Alkilamin / Klofeniramid
Chlortimethon
Piperazin / Siklizin
Marezine
Fenotiazin / Prometazin
Phenergan
Hidroksin hidroklorid
Atarax
Siproheptadin
Periactin
Antihistamin H2
Cimetidine



Pada umumnya efek antihistamin telah terlihat dalam waktu 15-30 menit setelah pemakaian oral, dan mencapai puncaknya pada 1-2 jam, sedangkan lama kerjanya bervariasi dari 3-6 jam. Tetapi ada juga antihistamin yang waktu kerjanya lebih lama yaitu meklizin dan klemastin. Pemakaian di klinik hendaknya selalu mempertimbangkan cara kerja obat, farmakokinetik dan farmakodinamik, indikasi dan kontra indikasi, cara pemberian, serta efek samping obat dan interaksinya dengan obat lain.
Biasanya antihistamin golongan AH1 yang klasik menyebabkan kontraksi otot polos, vasokonstriksi, penurunan permeabilitas kapiler, penekanan sekresi dan penekanan pruritus. Selain efek ini terdapat pula efek yang tidak berhubungan dengan antagonis reseptor H1, yaitu efek antikolinergik atau menghambat reseptor alfa adrenergik.
Antihistamin AH1 yang nonklasik contohnya : terfenadin, astemizol, loratadin, dan mequitazin.
Golongan ini diabsorbsi lebih cepat dan mencapai kadar puncak dalam waktu 1-4 jam. Masa awitan lebih lambat dan mencapai efek maksimal dalam waktu 4 jam (misalnya terfenadin), sedangkan aztemizol dalam waktu 96 jam setelah pemberian oral. Efektifitasnya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan AH1 yang klasik, bahkan aztemizol masih efektif 21 hari setelah pemberian dosis tunggal secara oral. Golongan ini juga dikenal sehari-hari sebagai antihistamin yang long acting.
Keunggulan lain AH1 non klasik adalah tidak mempunyai efek sedasi karena tidak dapat menembus sawar darah otak. Di samping itu golongan ini tidak memberi efek antikolinergik, tidak menimbulkan potensiasi dengan alkohol, dan tidak terdapat penekanan pada SSP serta relatif nontoksik.
Akhir-akhir ini juga berkembang istilah antihistamin yang berkhasiat berspektrum luas, yang dimaksud adalah selain berkhasiat sebagai antihistamin, juga berkhasiat terhadap mediator lain umpamanya serotonin, contohnya hemoklorsiklizin.
Bila pengobatan dengan satu jenis antihistamin gagal hendaknya dipergunakan antihistamin grup lain. Hidroksizin ternyata lebih efektif daripada antihistamin lain untuk mencegah urtikaria, dermografisme dan urtikaria kolinergik.
Pada urtikaria karena dingin ternyata siproheptadin lebih efektif. Kadang-kadang golongan beta adrenergik seperti epinefrin atau efedrin, kortikosteroid, serta tranquilizer, baik pula untuk mengatasi urtikaria. Penyelidik lain mengemukakan pengeobatan dengan obat beta adrenergik ternyata efektif untuk urtikaria yang kronik. Pemberian kortikosteroid sistemik diperlukan pada urtikaria yang akut dan berat, tetapi tidak banyak manfaatnya pada urtikaria kronik.
Pada tahun-tahun terakhir ini dikembangkan pengobatan yang baru, hasil pengamatan membuktikan bahwa dinding pembuluh darah manusia juga mempunyai reseptor H2. Hal ini apat menerangkan, mengapa antihistamin H1 tidak selalu berhasil mengatasi urtikaria. Kombinasi antihistamin H1 dan H2 masih dalam penelitian lebih lanjut. Tetapi pada dermografisme yang kronik pengobatan kombinasi ternyata lebih efektif daripada antihistamin H1 saja.
Pada edema angioneurotik kematian hampir 30% disebabkan oleh karena obstruksi saluran nafas. Biasanya tidak responsif terhadap antihistamin, epinefrin, maupun steroid. Pada gigitan serangga akut mungkin dapat diberikan infus dengan plasma fresh frozen, yang obyektif tentu saja pemberian plasma yang mengandung C1 esterase inhibitor, C2, dan C4. Hal yang penting ialah segera dilakukan tindakan mengatasi edema larins.
Pengobatan dengan anti-enzim, misalnya anti plasmin dimaksudkan untuk menekan aktifitas plasmin yang timbul pada perubahan reaksi antigen-antibodi. Preparat yang digunakan adalah ipsilon. Obat lain ialah trasilol, hasilnya 44% memuaskan.
Pengobatan dengan cara desensitasi, misalnya dilakukan pada urtikaria dingin, dengan melakukan sensitisasi air pada suhu 10oC (1-2 menit) dua kali sehari selama 2-3 minggu. Pada alergi debu, serbuk sari bunga jamur, desensitasi mula-mula dengan alergen dosis kecil 1 minggu 2x; dosis dinaikkan dan dijarangkan perlahan-lahan sampai batas yang dapat ditolerir oleh penderita. Eliminasi diet dicobakan pada yang sensitif terhadap makanan.
Pengobatan lokal di kulit dapat diberikan secara simptomatik, misalnya anti-pruritus di dalam bedak atau bedak kocok.
2.8 Komplikasi
Lesi-lesi urtikaria bisa sembuh tanpa komplikasi.namun pasien dengan gatal yang hebat bias menyebabkan purpura dan excoriasi yang bias menjadi infeksi sekunder.penggunaan antihistamin bias menyebabkan scomnolens dan bibir kering. Pasien dengan keadaan penyakit yang berat bisa mempengaruhi kualitas hidup.

2.9 Prognosis
            Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat diatasi, urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit dicari.

II. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Urtikaria atau lebih dikenal dengan biduran adalah suatu gejala penyakit berupa gatal-gatal pada kulit disertai bercak-bercak menonjol (edema ) yang biasanya disebabkan oleh alergi.
Urtikaria merupakan gejala klinis untuk suatu kelompok kelainan yang di tandai dengan adanya pembentukan bilur – bilur pembengkakan kulit yang dapat hilang tanpa meninggalkan bekas yang terlihat.
Urtikaria yaitu keadaan yang ditandai dengan timbulnya urtika atau edema setempat yang menyebabkan penimbulan diatas permukaan kulit yang disertai rasa sangat gatal

3.2  Daftar Pustaka
  1. Doenges, Marilyn E, dkk.(1999).Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Alih Bahasa, I Made Kariasa, N Made Sumarwati. Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester, Yasmin asih. Ed.3. Jakarta : EGC.
  2. Harsono.(1996).Buku Ajar Neurologi Klinis.Ed.I.Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
  3. Smeltzer, Suzanne C & Bare,Brenda G.(2001).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester.Ed.8.Jakarta : EGC.
  4. Tucker, Susan Martin et al. Patient care Standards : Nursing Process, diagnosis, And Outcome. Alih bahasa Yasmin asih. Ed. 5. Jakarta : EGC; 1998.
  5.  Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih Bahasa Peter Anugrah. Ed. 4. Jakarta : EGC; 1994.

Gue punya banyak temen.
Ada yang kurus, ada pula yang gendut.
Ada yang tinggi, ada pula yang pendek.
Ada yang cakep, ada pula yang kurang cakep.
Ada yang punya pacar, tapi lebih banyak yang ga punya pacar.

Udah hampir tiga tahun gue jadi mahasiswa FK di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Banyak pengalaman seru yang gue alamin disana.
Banyak orang baru yang gue kenal, banyak hal konyol yang gue jumpai.

Kata orang, mahasiswa FK itu kutu buku, sopan, kalem, ga macem-macem, dan mitosnya mereka banyak yang pacaran ama buku.
Gue udah ngalamin sendiri gimana jadi mahasiswa FK dan gue sadar kalo semua "kata orang" itu ga ada yang bener.

Temen-temen gue semuanya koplak dan sukar ditebak.
Ada yang banyak bacot, ada pula yang gila-gilaan maen game online, ada juga yang kerjaannya modusin adik tingkat dan ada pula yang kerjaannya cuma ngegalau aja sepanjang waktu.

Ga kenal maka ga sayang, kalo udah sayang ya udah tembak aja #ehhh
Well, gue dengan bangga pengen ngenalin temen-temen gue.
Gue pengen nunjukin ke dunia kalo mereka ada.
Biarpun ga ganteng-ganteng amat, gue tetep bangga dan gue sayang mereka :)

Seiring berjalannya waktu, gue menemukan beberapa temen yang punya kepribadian dan orientasi yang hampir sama.
perkumpulan ini dinamakan LASKAR KELAMIN!



Fuck yeahhh!!! We Are Laskar Kelamin *play lagu opick*

Laskar kelamin, jangan kira kita adalah kumpulan penjahat kelamin.
Dibalik nama yang begitu sakral ini, tersimpan esensi yang luar biasa dan berdaya magis tinggi.
Laskar kelamin adalah kumpulan pria pria tulen sejati dan anti gay yang menjalankan dengan teguh basic insting seorang pria.

Laskar sendiri memiliki kepanjangan "langsung kejar". Suatu sifat gentle dari pria sejati yang ga mau minta bantuan orang lain jika dapat mengatasi sendiri

Para anggotanya diharamkan meminta bantuan orang lain kalo pengen ngedekatin Cewek. Semuanya harus dikejar sendiri karena pria terlahir sebagai pemburu, dan pemburu sejati selalu pergi berburu sendiri.

Kelamin, memiliki kepanjangan "kenalan, langsung minta pin". Anggota laskar kelamin diharamkan untuk berlama lama mengambil keputusan.
Jika suka, kejar ampe dapet! (meski secara statistik lebih banyak ga dapetnya). 
Setelah "buruan" tertangkap, langsung minta pin bb dan kontak lainnya. 

Teknik yang kita pakai sama seperti yang dipakai dalam liga inggris, kick and rush

Jangan tanya artinya apa karena gue juga ga tahu.

Yang pertama, ada temen gue yang namanya Bodi.
Orang Jawa, gede di Kalimantan. Bokapnya tentara, anaknya malah disuruh jadi dokter. #Respect!
Statusnya sih jomblo. Katanya doi pengen fokus kuliah dulu, tapi gue ga yakin. Iya kali tiap ada MaBa lewat, matanya selalu kemana-mana.
Doi pernah pacaran, tapi diputusin. Rada ngenes sih.
Nih bocah kerjaannya ngegalau mulu. Ga ada ujung pangkal.
Penasaran gimana orangnya?
Ini dia...

Bodi Eko Febrianto: Rajin Belajar, Giat Modusin Adik Tingkat! #Respect!

Berpose sejenak setelah terpilih sebagai OP Skill Lab Terbaik Tahun 2011
Seperti biasa, tanpa ekspresi -_-"

Fans Barcelona sejati. Tahi Lalat di dagunya itu lho ga nahan.

Selalu galau kapanpun dan dimanapun. Bodi banget deh!

Sukses meniti karir sebagai salah satu personel boy band korea, Super Junior. Nama panggungnya "Kim Bodi Kong"

Hidup layaknya anak gaoel jakarta, Bodi Pernah jadi alay dan berpose di depan cermin.

Ga ada cewek, cowokpun diembat. Pray for Bodi.

Nah itu tadi sepenggal kisah tentang Bodi.
Berikutnya gue pengen ngenalin lo pada sama temen gue yang kedua, namanya Rico.

Dalam setiap kisah, pasti ada karakter orang gendut.
Ngga di sinetron, ngga film atau novel esek-esek sekalipun pasti ada karakter orang gendut.
Gue juga punya temen yang badannya udah kayak mobil tangki shell.
Namanya Rico. Lengkapnya Enrico Ajah.
Buat manggil namanya, lo ga harus nyebut selengkap lengkapnya. Cukup panggil "ndut" dan dia pasti noleh.
Soal ukuran badan, si Rico mungkin beda sama si Bodi. Tapi kalo soal cinta, mereka sama persis sis sis. Sama-sama jomblo.

Penasaran gimana orangnya?
Ini dia...

Rada Imut (Re: Imut; Itam Mutlak)
Mengalami sedikit masalah ereksi setelah makan pizza

Pose bersama mantan (gebetan) saat ultah

Cukup berbakat dan punya karier cemerlang. Berpose sesaat setelah terpilih sebagai Lurah Tanjung Duren
Biar tetap percaya diri sebagai public figur, perawatan wajah rutin dilakukan.

Multi Talent. Selain Lurah, Rico punya bakat sebagai pemburu hantu

Selain Lurah dan Pemburu Hantu, Rico juga punya bakat alami sebagai foto model majalah kesehatan

Dengan berbagai prestasi diatas, tak heran Rico banyak mendapat tawaran sebagai bintang iklan. Salah satunya ini.
Salah satu scene dalam iklan permen blaster yang diperankan oleh Rico

Berikutnya ada temen gue yang paling sok ganteng.
Namanya Royke, tapi lebih seneng dipanggil Novan.
Statusnya jomblo pending. Banyak gebetan, punya pacar ngga.
Ga mau banyak komentar, ini dia orangnya...

Gue ga tahu itu buku pelajaran atau majalah porno
Gue no comment untuk foto ini -_-"
Royke bersama cinta terlarangnya
Foto paling fenomenal dan berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari majalah pria dewasaa

(TO BE CONTINUED)
Gue sering nemuin orang yang selalu pikir kalo jadi dokter atau setidaknya mahasiswa kedokteran, pasti akan dengan sangat mudah punya pasangan.

Sayang sekali, mereka yang berpikir demikian pasti ga nyadar berapa banyak jumlah jomblo yang hampir expired di kampus gue.

Merasa terpanggil untuk memecahkan masalah ini, gue mulai melakukan riset untuk mengungkap apa sebenarnya dibalik semua kenistaan ini.

Setelah menghabiskan banyak waktu untuk begadang mencari tinjauan pustaka serta beberapa kali nyaris tewas tertimpa tumpukan kamus Dorland di perpustakaan, akhirnya gue menemukan apa yang gue cari.

Hasil riset menunjukan bahwa gejala jatuh cinta itu mirip dengan berbagai gejala penyakit simptomatik yang menyerang manusia.

Gue mencoba menyusun sebuah hipotesis mengenai keterkaitan antara jatuh cinta dan penyakit dan akhirnya gue menemukan jawabannya.

Gue sampai pada suatu kesimpulan sementara bahwa banyaknya jomblo di kalangan mahasiswa kedokteran mungkin diakibatkan oleh hilangnya kemampuan mereka untuk membedakan gejala yang ditimbulkan oleh rasa jatuh cinta dengan gejala yang ditimbulkan oleh suatu penyakit.

Well, mungkin ini diakibatkan oleh berbagai buku dan pelajaran yang selalu mereka terima setiap hari.

Mungkin ini sejenis brain wash yang ga disengaja, mungkin aja.
Ini dia berbagai gejala jatuh cinta yang mirip gejala penyakit yang berhasil gue kumpulkan.

1. Detak jantung lebih dari 100 kali/menit  saat lagi mikirin dia.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Takikardi, ventrikel fibrilasi dan Myocardial Infarction.

2. Gemetar berlebihan dan tak wajar pada tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya.
Pendapat umum: Cinta.
Diagnosis medis: Penyakit Parkinson

3. Selalu tersenyum sendiri tanpa ada sebab yang jelas.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Palsy Bell

4. Turunnya kemampuan melihat, tidak mampu untuk fokus pada tugas-tugas di tempat kerja, kampus atau di rumah.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Awal timbulnya Penyakit Alzheimer

5. Melemahnya kemampuan kontraksi otot area tungkai bawah saat “si dia” lewat, bebicara atau tersenyum.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Multiple Sclerosis

6. Ketidakmampuan untuk berhenti berpikir tentang dia.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Obsesif Kompulsif

7. Insomnia.
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: BPH (benign prostatic hyperplasia)

8. Selalu merasa bahwa “si dia” sedang memikirkan, berbicara atau ada bersama anda.  
Pendapat umum: Jatuh Cinta
Diagnosis medis: Skizofrenia


Lo cowok dan lo ga bisa move on?
Kayaknya lagu yang satu ini cocok banget buat lo.
Postingan kali ini gue buat khusus buat sejawat seperjuangan gue yang masih terjebak dalam pusaran cinta masa lalu.
Mereka adalah fakir asmara yang selalu didera perihnya badai "Move On Sebelum PDKT" #RESPECT!
Gue berharap semoga mereka bisa disadarkan dan bisa kembali ke jalan yang benar.
Hidup dimulai dari hari ini dan terus maju ke hari selanjutnya.
Gimana hidup bisa maju kalo urusan cinta aja masih stuck mentok di masa lalu.
Ini Lirik plus Video Clip yang gue rasa cukup tepat untuk menggambarkan posisi koordinat cinta mereka saat ini.
The Script - The Man Who Can't Be Moved
 
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying if you see this girl can you tell her where I am

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense, but what else can I do
How can I move on when I'm still in love with you

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'd see me waiting for you on the corner of the street

So I'm not moving
I'm not moving

Policeman says son you can't stay here
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you see me waiting for you on the corner of the street

So I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving

People talk about the guy
Who's waiting on a girl, oh whoa
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you

I'm the man who can't be moved
I'm the man who can't be moved

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we meet
Oh, you see me waiting for you on a corner of the street

So I'm not moving
('Cause if one day you wake up, find that you're missing me)
I'm not moving
(And your heart starts to wonder where on this earth I could be)
I'm not moving
(Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet)
I'm not moving
(Oh, you see me waiting for you on a corner of the street)

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move

Andy Warhol dan Doa Sebelum Makan

Gimana videonya?
Cukup aneh sih, karena gue cuma ngelihat si Andy Warhol makan hamburger.
 
Gue bertanya-tanya apa sih maksudnya? 
Tampaknya cukup sederhana: si Andy di ruang kosong dan mengunyah makan siangnya.
Karena video ini dia jadi terkenal. Ia melakukan sesuatu yang unik.

Adegannya juga sederhana, Dia membuka tas, mengeluarkan burger dari wraps-nya.  
Ga ada kentang goreng, mayones atau selada.
 
Dia oleskan saus tomat di sisi siri kotak burger, bukan diatas burgernya meskipun ia melepas bun burgernya. Maksudnya apa coba?


Gue makin penasaran, kira-kira dia bakal ngelakuin apa lagi?  

Namun selama tiga menit berikutnya, adegan yang gue lihat cuma satu "mengunyah tanpa ekspresi sambil sesekali mengusapkan tissu ke mulut".

Gue mulai kepo, si Andy Warhol lagi mikirin apa sih?
Dia melihat ke segala arah dan masih tanpa ekspresi. 
Dia terus mengunyah tanpa henti dan dia tidak terlihat bosan, bahagia, sedih, atau lapar.  
Gue rasa doi adalah lambang emotionlessness.

Ketegangan mulai mucul di kepala gue saat burgernya tinggal seperempat aja.

Dia memisahkan bun hamburger paling atas, meletakannya di kotak pembungkus, lalu menyantap sisa burger yang masih menempel pada ham.

Well, acara makan siang selesai.

Dia membungkus sisa burger, memasukannya kedalam kantong kertas lalu menggesernya ke samping dan mengatupkan jari-jarinya.  
Dia masih tanpa ekspresi, melirik suasana sekitar, mulutnya setengah terbuka seperti dia akan mengatakan sesuatu.

Sekarang ketegangan mulai membunuh gue!  

Apakah si Andy akan menjelaskan ini semua lalu pergi?  
Apakah dia hanya membuka mulutnya lalu menutup lagi dan kemudian membuka lagi? 

Sialan!

Dia melakukan ini selama hampir satu menit!Dan ini adalah menit terpanjang dalam hidup gue.
Tapi tunggu, tiba-tiba Andy membuka mulutnya dan berkata:


"Um, my name is Andy Warhol and uh, I just finished eating a uh, hamburger."


Itu saja.


Ya, itu saja. 


Oke, ini sempurna.
Tanpa penjelasan seberapa enak burger yang dia makan.

Gue sedikit ga puas. Gue butuh testimoni gimana rasanya makan tuh burger.
Gue terbiasa dengan program kuliner televisi yang selalu ngasih testimoni kayak "maknyus" dan sebagainya.

So, ini lelucon terbesar yang pernah gue tonton.

Ini sebuah karya besar yang terinspirasi dari hal-hal sederhana dalam hidup yaitu makan.

Banyak orang yang makan tanpa ekspresi, tanpa rasa syukur, tanpa peduli keadaan sekitar, tanpa peduli orang lain yang kelaparan.

Makan bukan hal sederhana.
Makan adalah hal rumit yang penuh tantangan.
Penuh tantangan untuk mengatur porsi makan, mengatur pola makan, dan mengatur emosi agar tidak hanyut dalam ketamakan sehingga tetap peduli dengan orang sekitar.

Ya, makan memang penuh tantangan dan godaan.

Mungkin ini alasan kenapa sebelum mengunyah makanan, Papa Mama gue selalu bilang; "Etgal, jangan lupa berdoa sebelum makan ya".