Mendalami Permasalahan Sampah Rumah Tangga dan Solusi Untuk Mengatasinya (PBL Blok 2)


Mendalami Permasalahan Sampah Rumah Tangga dan Solusi Untuk Mengatasinya
Primus Etgal Putra
102011103/F1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731
Email :  dr.etgal@gmail.com 

1.     Pendahuluan
Belakangan ini sampah menjadi masalah serius bagi semua lapisan masyarakat, disebabkan karena jumlah sampah yang dihasilkan terus menumpuk dari hari kehari. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya produktivitas manusia, pertambahan jumlah penduduk, dan ketersediaan ruang hidup manusia yang terbatas.
            Masalah sampah sering diabaikan oleh masyarakat. Sampah sering kali dibuang begitu saja dalam bak atau tong sampah atau dibakar tanpa memikirkan bagaimana pengolahan sampah tersebut lebih lanjut.
            Banyak dampak buruk yang ditimbulkan karena pengelolaan sampah yang tidak sesuai dengan prosedur, dan menjadi bahaya yang dapat mengancam kehidupan generasi mendatang. Karena itu, sudah saatnya semua warga turut memikirkan persoalan sampah dan bertindak lebih serius, karena sampah telah menjadi masalah yang mulai mengganggu kesejahteraan hidup manusia.
Memang tidak mudah untuk menjelaskan sebuah gagasan baru dan mengubah paradigma masyarakat umum yang terlanjur menganggap bahwa sampah adalah barang yang tidak berguna, sehingga untuk apa repot-repot memikirkannya.
Gagasan memanen sampah memang perlu dikaji lebih dalam dengan memfokuskan pada komunitas-komunitas yang ada. Dengan demikian, bisa lebih bermakna dan bermanfaat bagi kita semua demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, menuju Indonesia sehat lahir dan batin.
Tujuan
1.      Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga
2.      Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah
3.      Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga
Sasaran yang diharapkan
1.      Masyarakat mengetahui pentingnya pengelolaan sampah ditingkat rumah tangga
2.      Masyarakat mengetahui bagaimana cara mengelola sampah ditingkat rumah tangga
3.      Masyarakat memulai kebiasaan mengelola sampah ditingkat rumah tangga

II.               Pembahasan
2.1 Pengertian Sampah
            Sampah atau waste dalam bahasa inggris memiliki pengertian sebagai suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.1
            Sampah meliputi 3 jenis sampah yakni sampah padat, sampah cair, dan sampah dalam bentuk gas (fume, smoke). Sampah cair yang berupa antara lain air limbah, sedangkan sampah dalam bentuk gas yang menimbulkan polusi udara seperti asap kendaraan dan juga asap pabrik. Sampah padat dapat dibagi menjadi berbagai jenis.

Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya, sampah dibagi menjadi:
1.      Sampah anorganik adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk dan tidak dapat terurai, misalnya logam atau besi, pecahan gelas, plastik, dan sebagainya.
2.      Sampah organik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk dan bisa terurai yang berasal dari mahluk hidup, misalnya sisa-sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan dan sebagainya.2

2.2 Sumber Sampah
Sampah yang ada dipermukaan bumi ini dapat berasal dari beberapa sumber berikut.
1.      Pemukiman penduduk.
Sampah di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keuarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa ataupun kota. Sampah yang dihasilkan biasanya berupa sisa makanan dan bahan sisa pengolahan makanan atau sampah basa (garbage), sampah kering (rubbish), abu, atau sampah sisa tumbuhan.
2.      Tempat umum dan tempat perdagangan.
Tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan, termasuk juga tempat perdagangan. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat seperti itu dapat berupa sisa sisa makanan, abu, sisa bahan bangunan, sampah khusus dan terkadang sampah berbahaya.
3.      Sarana layanan masyarakat milik pemerintah.
Sarana tersebut antara lain, tempat hiburan umum, jalan umum, tempat parkir dan sebagainya. Tempat tersebut biasanya menghasilakn sampah khusus dan sampah kering.
4.      Industry berat dan ringan.
Termasuk didalamnyaadalah industry makanan, industry kayu, industry kimia dan berbagai industry lainnya. Sampah yang dihasilkan antara lain sampah basah, sampah kering, sampah khusus dan sampah berbahaya.
5.      Pertanian.
Sampah dihasilkan dari tanaman atau binatang. Bisa berupa tanaman atau hewan yang mati.3
Ada  beberapa factor yang dapat mempengaruhi jumlah sampah, yaitu:
1.      Jumlah penduduk
2.      System pengumpulan atau pembuangan sampah yang dipakai
3.      Pengambilan bahan bahan yang ada pada sampah untuk digunakan kembali
4.      Factor geografis
5.      Factor waktu
6.      Factor social ekonomi dan budaya
7.      Factor kebiasaan masyarakat.
8.      Kemajuan teknologi.
9.      Jenis sampah.

2.3 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Manusia terus menghasilkan sampah, baik berupa material sisa aktifitas buangan dan salah satu tempat yang menghasilkan banyak sampah dari aktivitas tersebut adalah tempat tinggal atau rumah. Material sisa dari aktivitas yang dihasilkan dalam lingkup rumah tangga, bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Sampah jika tidak diurus dan dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan, yang sangat merugikan. Dalam proses pengelolaan sampah, tahap distribusi memiliki peranan penting. Hierarki lalu lintas sampah dimulai dari tingkat terendah yaitu, rumah tangga hingga tempat pembuangan akhir (TPA). Sebelum diolah, sampah menyusuri tiga alur pendistribusian yang saling berkaitan terlebih dahulu, yaitu:
1.      Penampungan sampah (Refuse storage)
Tempat sampah sementara di rumah, kantor sebelum dikumpulkan, diangkut, dibuang.
2.      Pengumpulan sampah (Refuse collection)
3.      Pembuangan sampah (Refuse dispossal)
Termasuk pengangkutan sampah dan pemusnahan sampah.
            Jika terjadi penyimpangan dalam tahap tahapan tersebut, maka akan terjadi kekacauan yang mengakibatkan menumpuknya jumlah sampah dan terjadi pencemaran lingkungan. Pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan dapat mengakibatkan.
1.                           Tempat berkembang dan sarang bagi serangga dan tikus
2.                           Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara (bau)
3.                           Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang berbahaya
4.                           Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik, misalnya longsor, banjir, dll.4

Pengelolaan sampah semestinya harus terintegrasi yakni tidak hanya dilihat dari teknis pengelolaannya, tetapi juga dari segi sosial budaya masyarakat. Membudayakan hidup bersih dan tertib seharusnya bisa menjadi kunci penyelesaian sampah. Salah satunya adalah menerapkan tiga langkah pengelolaan sampah sebagai berikut:
1.                           Reduce (Mengurangi)
Sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan., antara lain menghindari pembelian barang yang berpotensi menghasilkan banyak sampah, menghindari barang sekali pakai, menggunakan produk yang bisa di isi ulang (refill), atau mengurangi pemakaian kantong plastik dengan membawa tas sendiri saat berbelanja. Pasalnya, semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Dengan demikian bukan hanya listrik, air, dan bahan bakar yang perlu dihemat, tetapi juga barang-barang lain agar tidak terjadi pemborosan.
Contoh :
                        1. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik                                         pembungkus barang belanja.
                        2. Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol                                baru setiap kali habis.
                        3. Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar                                daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama

2.      Reuse (Memakai Kembali)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang hanya bisa sekali digunakan (disposable). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum dijadikan sampah. Selain itu, berkreasi dan berimajinasilah agar barang-barang yang sudah using dan tidak terpakai bisa menjadi barang baru dan bermanfaat.
Misalnya :
                        1. Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah. 
                        2. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus. 
                        3. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat                              pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.
                        4. Menggunakan lagi kertas bekas untuk membungkus kado atau membuat                                         amplop.

3.      Recycle (Mendaur Ulang)
Sebisa mungkin barang-barang yang sudah tidak terpakai di daur ulang, walaupun tidak semua barang dapat didaur ulang. Usaha ini dilakukan dengan mengubah barang bekas menjadi barang yang lebih berguna dan layak pakai. Misalnya, mengubah botol, gelas plastik, dan kaleng biskuit menjadi vas bunga. Saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang baru lebih berguna.5




2.4 Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga
            Apabila tidak dikelola dengan baik , sampah akan menjadi sumber penyakit. Namun jika sampah rumah tangga dikelola sedemikian rupa maka dapat memberi manfaat dan hasil yang menguntungkan bagi kehidupan manusia dan lingkungan, di antaranya:
1.      Pembuatan Pupuk Kompos
kompos adalah bahan organik yang telak lapuk, seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, rumput-rumputan, dadak padi, batang jagung, dan lain-lain. Di alam, kompos dapat terjadi dengan sendirinya melalui proses alami. Sampah di alam lama-kelamaan akan busuk karena interaksi cuaca dan mikroorganisme, namun proses ini berlangsung dalam waktu yang lama. Untuk mempercepat proses pembusukan (pembentukan kompos) dapat dilakukan dengan rekayasa manusia. Sampah organik yang akan diolah perlu dilakukan sortasi (penyortiran) terlebih dahulu dari bahan-bahan anorganik, karena bahan-bahan anorganik dapat menghambat proses pembentukan kompos. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kompos ini antara lain urea, kapur (sebagi buffer) dan sampah organik yang telah disortir, semua bahan dicampur menjadi satu kemudian ditutup dengan plastik. Fungsi kompos antara lain sebagai pupuk penyubur tanah, penahan air hujan, tempat penyimpanan bahan makanan dan alat untuk meperbaiki struktur tanah.6
2.      Sampah Sebagai Makanan Ternak
Daun-daunan merupakan makanan utama hewan ternak, walaupun daun-daunan tersebut telah menjadi sampah. Misalnya daun pisang dapat digunakan sebagai makanan unggas. Hasil penelitian Santoso (1987) menunjukkan bahwa daun pisang dapat diberikan kepada broiler 9% dari total ransum pengganti daun lamtoro. Juga secara ekonomi daun pisang jauh lebih ekonomis dibanding daun lamtoro. Selain daun pisang masih banyak lagi sampah yang dapat dijadikan makanan ternak seperti sisa-sisa makanan dan daun singkong.

3.      Daur Ulang
Dalam proses daur ulang memang jangan berharap akan dihasilkan barang-barang yang kualitasnya sama dengan barang asalnya, namun proses daur ulang ini sangat membantu mengurangi permasalahan sampah. Dalam proses daur ulang sampah-sampah yang sekiranya masih dapat diolah kembali, dipungut dan dikumpulkan menurut jenisnya. Misalnya kertas, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam dan plastik. Dari bahan-bahan itu dapat diolah menjadi karton, kardus pembungkus, alat-alat rumah tangga dan lain-lain. Sehingga selain dapat menghemat penggunaan bahan baku, proses daur ulang secara otomatis telah mengurangi menumpuknya sampah.

4.      Pembuatan Biogas
Ternyata sampah juga dapat dijadikan bahan bakar, yaitu biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses pembusukan zat organik secara anaerob. Biasanya biogas digunakan untuk memasak. Sampah yang dapat menghasilkan biogas yaitu kotoran hewan atau sisa-sisa tanaman. Pembuatan biogas sangat sederhana yaitu hanya dengan meletakkan kotoran hewan atau sisa tanaman di dalam tabung kedap udara, selanjutnya dibiarkan selama kurang lebih dua minggu. keuntungan biogas , yaitu:
-          Mengurangi jumlah sampah
-          Menghemat energi dan tidak merusak lingkungan
-          Jika dibakar hasilnya bersih dan tidak menimbulkan asap
-          Residu (sisa) dari proses pembuatan biogas dapat digunakan sebagai pupuk










3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Kehadiran sampah dalam lingkungan kita merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan karena setiap kegiatan manusia pasti akan mendatangkan sampah. Oleh sebab itu, tugas manusialah untuk berpikir bagaimana cara untuk mengatasi masalah dan kendala tersebut., mengingat bahwa sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan, karena bisa menimbulkan berbagai penyakit dan polusi. Oleh karena itu sangat penting untuk mengelola sampah rumah tangga tersebut dengan baik dan benar Beberapa pemanfaatan sampah antara lain pembuatan pupuk kompos, sebagai makanan ternak, barang daur ulang, dan juga pembuatan biogas. Kepada masyakarat pada umumnya dan juga pada rumah tangga khususnya sangat diharapkan untuk memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik agar berbagai masalah yang buruk terhadap kesehatan masyarakat maupun kesehatan lingkungan tidak akan terjadi. Bersih pangkal sehat.
3.2 Daftar Pustaka
1.      Juhara E. Penanganan dan pengelolaan sampah. Jakarta: EGC; 2006.h.6-8, 22-4.
2.      Purwendro S. Mengelola sampah untuk pupuk dan pestisida. Jakarta: Niaga Swadaya; 2004.h.6-9.
3.      Chandra B. Pengantar kesehatan lingkungan. Jakarta: EGC; 2007.h.113.
4.      Suryati T. Bijak dan cerdas mengolah sampah. 1st ed. Jakarta: Agromedia; 2009.h.11-2.
5.      Masyarakat dan kepedulian terhadap sampah, diunduh dari:
http://iqbalali.com/2008/09/20/masyarakat-dan-kepedulian-terhadap-sampah/ , 20 September 2008.
6.      Hadisuwito S. Membuat pupuk kompos cair. Jakarta: Agromedia; 2008.h.4.




1 Komentar:

  • Salikun | 6 November 2012 06.26

    Di lingkungan warga masyarakat sdh banyak yg tahu gimana cara mengatasi persoalan sampah yg mesti berhasil,bila berkenan (buka)http://teknologitpa.blogspot.com

Poskan Komentar